Translate

Sabtu, 26 April 2014

Makalah Supply Ekonomi Lahan

MK EKONOMI SUMBERDAYA LAHAN (ESL  222 )
EKONOMI KONSERVASI LAHAN KAPUR BERBASIS PERTAMBANGAN SEMEN GRESIK DI KECAMATAN SUKOLILO, PATI-JAWA TENGAH

Oleh :
1.    Ika Putri Rahmadani        (H44120037)
2.    Anisa Rumawar S.            (H44120044)
3.    Ronny Josua L.                 (H44120064)
4.    Astrid Damarin Nur A.    (H44120089)
5.    Alifthya Putrie H.             (H44120094)
         Dosen : Ir. Nindyantoro, M.SP

 

              DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN
          FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
      INSTITUT PERTANIAN BOGOR
   2014


PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati memiliki penggunungan kapur (karst) yang membentang dari desa Taban (kudus) sampai Tuban yang bernama Pegunungan Kendeng. Penggunungan ini memberikan manfaat kepada masyarakat diantaranya sebagai sumber air, lahan yang digunakan untuk pertanian, serta terdapat goa. Goa tersebut  merupakan sumber air untuk beberapa desa dan mengalir ke perumahan. 
            Potensi-potensi yang ada di Penggunungan Kendeng ini membuat salah satu investor pabrik semen tertarik untuk mendirikan pabrik, yaitu Pabrik  Semen Gersik serta membuat penambangan batu kapur sebagai bahan baku pembuatan semen. Pendirian pabrik semen ini menggunakan lahan sekitar 2000 ha lahan yang akan digunakan untuk membangun pabrik, penambangan kapur serta tanah liat. Namun dengan rencana mendirikan Pabrik Semen Gresik ini terdapat dampak negative dan dampak positif  bagi daerah tersebut. Dampak yang terjadi antara lain pada lingkungan maupun masyarakat, serta social masyarakat.
Pemerintah daerah cenderung pro dengan adanya pembangunan pabrik semen ini karena akan memberikan dampak positif  pada perekonomian daerah. Namun begitu, beberapa masyarakat disekitar kabupaten tersebut merasa khawatir akan dampak terhadap lingkungan sekitar. Akibatnya suara masyarakat pun terbelah menjadi dua bagian ada pro dan ada yang kontra untuk di bangunnya pabrik semen tersebut.
1.2     Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah kami uraikan di atas, perumusan masalah yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut :
  1. Bagaimana potensi lahan di Sukolilo, Kabupaten Pati ?
  2. Apakah faktor pendorong Pembangunan Pabrik Semen di lahan kapur Sukolilo tersebut ?
  3. Bagaimana dampak ekonomi bagi pro dan kontra konversi lahan kapur ke Pabrik Semen Gresik ?
1.3       Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas adalah:
  1. Untuk mengetahui potensi lahan di Sukolilo, Kabupaten Pati.
  2. Untuk mengetahui faktor pendorong Pembangunan Pabrik Semen di lahan kapur Sukolilo tersebut.
  3. Untuk mengetahui dampak ekonomi bagi pro dan kontra konversi lahan kapur ke Pabrik Semen Gresik.
1.4       Landasan Teori
Sejak tahun 1970, istilah lahan mulai banyak digunakan. Menurut FAO, lahan diartikan sebagai tempat di permukaan bumi yang sifat-sifatnya layak disebut seimbang dan saling berkaitan satu sama lain, memiliki atribut mulai dari biosfer atmosfer, batuan induk, bentuk-bentuk lahan, tanah dan ekologinya, hidrologi, tumbuh-tumbuhan, hewan dan hasil dari aktivitas manusia pada masa lalu dan sekarang yang menegaskan bahwa variabel itu berpengaruh nyata pada penggunaan manusia saat ini dan akan datang. Lahan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, tumbuhan, dan  makhluk lainnya. Kebutuhan hidup manusia yang beragam, penguasaan teknologi, kondisi sosial budaya, dan ekonomi masyarakat yang berbeda merupakan faktor yang menentukan dalam penggunaan lahan. Pengelolaan lahan merupakan upaya yang dilakukan manusia dalam pemanfaatan lahan sehingga produktivitas lahan tetap tinggi secara berkelanjutan (jangka panjang).
Penggunaan sumber daya lahan  dapat dibagi ke dalam tiga kelompok manfaat dan peranan, yaitu (M. Ardi, dkk : 274) lahan digunakan untuk tempat tinggal, berusaha, bercocok tanam, dan tambak ikan; lahan sebagai kawasan hutan yang menopang kehidupan vegetasi satwa liar; serta lahan sebagai daerah pertambangan yang bermanfaat bagi manusia.
Besarnya manfaat dan pentingnya peran lahan menyebabkan sering terjadi konflik kepentingan dalam penggunaannya. Namun, bagaimana manusia dapat memanfaatkan dengan baik sumber daya tanah berupa lahan secara seimbang sesuai dengan potensi dan kebutuhannya (AsDI, 2003).

PEMBAHASAN

A.  Potensi lahan  di Sukolilo, Pati
Lahan di sekitar Gunung Kendeng di Kecamatan Sukolilo, Pati sebagian besar memiliki potensi sebagai lahan pertanian yang selalu membuahkan hasil serta bisa ditanami tanaman pangan dan buah setiap musim tanam, terdapat goa yang di dalamnya terdapat mata air yang dimanfaatkan oleh sekitar 1.200 keluarga untuk keperluan sehari-hari. Mata air itu juga untuk mengairi sekitar 1.600 ha sawah warga. Belasan mata air itu juga dimanfaatkan warga di sembilan desa lain di Kecamatan Tawangharjo untuk mengairi sawah mereka, serta memiliki kandungan kapur dan karst yang sangat potensial.  Pegunungan Kendeng ini juga berfungsi sebagai daerah tangkapan, imbuhan, dan kantong air.
Lahan pertanian di daerah Sukolilo, biasanya dimanfaatkan untuk menanam tanaman pangan, tumbuhan palawija serta beberapa pepohonan jati milik perhutani. Seperti ketika panen diperoleh gabah kering sekitar 12 ton per hektar, 8 ton per ha jagung, serta tanahnya menghasilkan semangka hingga Rp 60 juta per tahun. Sumber-sumber mata air yang ada di sekitar ±  79 sumber mata air serta terdapat 24 goa. Mata air yang ditemukan adalah mata air karst yang bersifat permanen atau mampu mengalirkan air sepanjang musim (perennial).
Berdasarkan rilis yang diterima Mongabay-Indonesia dari JMPPK disebutkan, untuk wilayah Kecamatan Sukolilo dan Kayen saja, pegunungan karst Kendeng Utara ini mampu menyuplai kebutuhan air rumah tangga dan lahan pertanian seluas 15.873,9 ha di Kecamatan Sukolilo dan 9.063,232 ha di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Selain itu, di Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Kayen Kabupaten Pati ada sekitar 2.756 hektar lahan Perhutani yang saat ini dikelola oleh kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Sekitar 5.512 orang menggantungkan hidup pada sumber daya hutan yang ada di pegunungan Kendeng Utara.
Kawasan Kars Sukolilo membentang di bagian utara Propinsi Jawa Tengah dengan luas 19.472 hektar, meliputi Kabupaten Blora (45.3 Ha), Kabupaten Grobogan (721 Ha) dan Kabupaten Pati (11.802 Ha). Kawasan Kars Sukolilo ini berupa gugusan perbukitan kapur yang dikenal akrab oleh masyarakat sekitar sebagai Pegunungan Kendeng yang didominasi oleh endapan laut berumur tersier dan terkenal dengan lapangan minyaknya yang telah beroperasi sejak abad 20.
Kawasan karst Kendeng Utara adalah kawasan karst aktif yang masih mengalami proses karstifikasi dan memiliki sistem hidrologi yang berfungsi sebagai pengontrol ekologi di kawasan Karst Kendeng Utara. Seperti kelelawar penghuni gua sebagai pengontrol hama, penyebar benih tanaman dan membantu penyerbukan. Terdapat juga biota yang masuk kategori satwa dilindungi, seperti Burung Merak, ditemukan juga 45 jenis burung serta satwa-satwa liar yang dilindungi. Terlebih pada Pegunungan Kendeng Utara, terdapat kawasan perbukitan batu gamping yang berfungsi sebagai tandon air dari mata air-mata air yang digunakan untuk kebutuhan dasar lebih dari 8.000 rumah tangga serta lebih dari 4.000 ha lahan pertaniaan sebagai sumber penghidupan mereka.  Berikut potensi mineral yang terdapat pada Pegunungan Kendeng :
1626344p

B.  Faktor pendorong pembangunan Pabrik Semen Gresik di lahan kapur Sukolilo
Pegunungan Kendeng Utara memiliki cadangan batu kapur dan tanah gamping, materi utama bahan baku semen yang sangat potensial. Berdasarkan Data Balai Energi dan Sumber Daya Mineral Wilayah Kendeng Muria menunjukkan, cadangan batu gamping di Grobogan, Pati, Blora, dan Rembang sebesar 9.994,5 juta ton. Ini yang membuat Pabrik Semen Gresik tertarik untuk memperluas pabriknya.
PT Semen Gresik sebagai BUMN, memiliki komitmen untuk mempertahankan pangsa pasar semen yang saat ini sebanyak 45 persen atau sekitar 20 juta ton/tahun dari produksi nasional sekitar 43,54 juta ton guna memenuhi kebutuhan semen nasional. Selain itu juga, berkonsisten penuh terhadap pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, yang dibuktikan dengan keberadaannya di Gresik selama 50 tahun dan di Tuban selama 20 tahun, tanpa ada masalah berarti. PT Semen Gresik juga merencanakan mendirikan pabrik semen di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Luar Jawa. Salah satunya di Sukolilo, Pati-Jawa Tengah.
Pegunungan Kendeng di Pati bagian Selatan berpotensi untuk pembuatan bahan baku semen. Hal ini sangat menarik investor untuk melakukan pembangunan pabrik semen di Desa Sokolilo. Karena cukup luas wilayah untuk didirikan sebuah pabrik, maka pemanfaatan secara maksimal oleh investor akan menguntungkan banyak pihak. Sesuai dengan rencana yang ada, pendirian pabrik oleh PT. Semen Gresik lebih lanjut dijelaskan, akan dibangun di lahan seluas 14,32 juta hektar yang tersebar di tujuh desa, yakni Kedumulyo, Gedudero, Sukolilo, Sumbersuko, Kasiyan, Tompegunung, dan Baturejo. Pabrik Semen Gresik akan melakukan pembebasan lahan untuk rencana pabrik semen di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, dan mematok harga beli Rp7.000/m2 untuk tanah darat dan Rp13.500/m2 untuk tegalan.
Selain itu, dengan berdirinya Pabrik Semen Gresik ini dilihat dari sisi ekonomi, perekonomian pati selatan akan terus tumbuh dan berkembang dari yang semula mayoritas berprofesi  petani dan pekerja tambang kapur ilegal.  Begitu pula kehidupan sosial dan kesehatan masyarakatnya, melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang mengucurkan dana miliaran rupiah setiap tahunnya. Seperti pendapatan asli daerah (PAD) Tuban, 65 persen di antaranya disumbang oleh PT Semen Gresik. Dengan jumlah pekerja sekitar 2.000 orang di dalam pabrik Sukolilo dan sekitar 3.000 personel yang bekerja di armada angkutan, efek berantai (multiplier effects) ekonomi atas keberadaan PT Semen Gresik akan sangat besar dan sangat menguntungkan bagi perekonomian Kabupaten Pati.
C.      Dampak ekonomi bagi pro dan kontra konversi lahan kapur ke Pabrik Semen Gresik
Seiring berjalannya waktu, Pembangunan Pabrik Semen ini diperhitungkan juga hasil kajian analisa dampak lingkungan (amdal) apakah pembagunan pabrik semen tersebut merusak lingkungan sekitar atau tidak. Beberapa kali pendirian pabrik semen ini mulai mengalami penolakan (kontra). Ini dikarenakan adanya kekhawatiran warga akan dampak yang terjadi masa yang akan datang, seperti :
a.    Kerusakan lingkungan kawasan karst.
b.    Hilangnya sumber-sumber air dan sungai-sungai bawah permukaan yang ada di Kawasan Karst Kendeng Utara sehingga mempengaruhi suplay air untuk penghidupan dan pertanian masyarakat.
c.    Potensi banjir yang sudah ada akan menjadi lebih besar dan lebih lama karna hilangnya fungsi penyerap air yang memicu meningkatnya aliran permukaan pada saat musim hujan.
d.   Hilangnya fungsi ekologis sebagai pengontrol keanekaragaman hayati di Kawasan Karst Kendeng Utara.
e.    Perubahan bentuk lahan yang sangat cepat.
f.     Hilangnya sumber mata pencarian masyarakat petani karena perubahan lahan pertanian menjadi lahan pertambangan.
g.    Kenyataan bahwa masyarakat di sekitar pabrik semakin miskin, akibat dari penyerapan tenaga kerja yang kurang optimal pada warga setempat serta rasa tidak yakin informan akan kapasitas dan kemampuannya untuk masuk dalam perubahan pola pekerjaan baru yang ditawarkan pada perusahaan semen.
h.    Rencana penambangan batu gamping di Kawasan karst Kendeng Utara Kecamatan Kayen dan Tambakromo dipastikan akan melanggar hukum dan perundangan yang berlaku di Indonesia.
i.      Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2008 Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah  menyatakan bahwa kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan karst adalah termasuk dalam kawasan lindung geologi sesuai dengan pasal 60 ayat 2 point c sebagai kawasan bentang alam goa dan point f sebagai kawasan bentang alam karst dikategorikan sebagai kawasan lindung geologi.
Di dalam 2000 hektar yang akan dibangun pabrik itu terdapat 87 mata air alami, dan 47 di antaranya terdapat di pegunungan Kendeng yang direncanakan sebagai areal penambangan batu kapur untuk semen.. Jika pabrik terealisasi, 47 mata air tersebut dipastikan mati dan banyak sawah sebagai sumber kehidupan petani akan hilang.
Namun disisi lain, dengan berdirinya pabrik semen di lahan kapur tersebut dapat meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Pati,  kesejahteraan masyarakat, dan peluang kerja yang ada. Hal yang perlu secara serius dilakukan adalah dengan mengembalikan daya guna pegunungan Kendeng sebagai hutan lindung dan sumber mata air yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat agar dapat dioptimalkan kembali hasilnya. Berdasarkan penilaian Kementerian Lingkungan Hidup, bahwa PT Semen Gresik sudah termasuk kategori proper tingkat emas, sehingga telah berhasil melaksanakan upaya pengendalian pencemaran  atau kerusakan lingkungan hidup atau melaksanakan produksi bersih dan telah mencapai hasil yang sangat memuaskan. Apalagi akan menggunakan 85-95% tenaga kerja daerah (lokal) sekitar pabrik dan sebagian besar pendapatan daerah akan disumbang oleh aktivitas PT Semen Gresik. Oleh karena itu, dengan adanya pembangunan pabrik semen ini dapat mendatangkan keuntungan atau berdampak positif bagi daerah Sukolilo, Pati.


KESIMPULAN
           
Upaya konversi lahan kapur ke lahan pertambangan pabrik semen mempunyai dua sisi dampak ekonomi yang berbeda. Dilihat dari sisi ekonomi positif, rencana pendirian pabrik Semen Gresik di Sukolilo, Pati dapat mendatangkan keuntungan yang berarti bagi masyarakat sekitar. Seharusnya masyarakat tidak perlu khawatir akan kehilangan pekerjaan mereka juga terhadap kelestarian lingkungan. Pasalnya PT Semen Gresik berjanji untuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, menjalankan program CSR, menggunakan 85-95% tenaga kerja daerah sekitar, dan sebagian besar pendapatan daerah akan disumbang oleh PT Semen Gresik.
Namun, disisi lainmasyarakat Sukolilo menolak (kontra) dengan keras karena khawatir akan terjadi kekeringan air, kerusakan lingkungan yang dapat membahayakan pertanian dan kelangsungan hidup masyarakat sekitar. Padahal PT Semen Gresik sendiri sudah dianugerahi Proper Emas oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Jadi seharusnya masyarakat Sukolilo tidak perlu khawatir akan kerusakan lingkungan yang akan terjadi akibat pembangunan pabrik karena PT Semen Gresik sudah membuktikannya dengan tetap menjaga eksistensi selama 20 tahun di Tuban dan 50 tahun di Gresik.
Kekhawatiran ini diperkirakan akibat masyarakat Sukolilo yang kurang informasi dan tidak terbuka terhadap teknologi yang sebenarnya dapat meningkatkan kesejahteraan daerah. Dengan demikian, peran pemerintah sangatlah penting dalam mensosialisasikan segala bentuk upaya untuk memajukan kesejahteraan daerah, baik salam sosialisasi terhadap teknologi maupun terhadap investor yang hendak berinvestasi di daerah tersebut sehingga nantinya akan membawa kesejahteraan bagi daerah tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Aryono, Mufid. 2013. Pembangunan Pabrik Semen.
http://www.solopos.com/2013/09/13 (Diakses 2013 Februari 14).
Prijanto. 2012. Pegunungan Kendeng Utara, Kawasan Karst Kabupaten Pati.
http://kayeninfo.blogspot.com/2012/10/ (Diakses 2013 Februari 14).
Widi, Hendriyo. 2013. Potensi Mineral Prospektif Pegunungan Kendeng Utara.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar