MK EKONOMI SUMBERDAYA LAHAN
(ESL 222 )
EKONOMI KONSERVASI LAHAN KAPUR
BERBASIS PERTAMBANGAN SEMEN GRESIK DI KECAMATAN SUKOLILO, PATI-JAWA TENGAH
Oleh
:
1.
Ika Putri Rahmadani (H44120037)
2.
Anisa Rumawar S. (H44120044)
3.
Ronny Josua L. (H44120064)
4.
Astrid Damarin Nur A. (H44120089)
5.
Alifthya Putrie H. (H44120094)
Dosen : Ir. Nindyantoro, M.SP

DEPARTEMEN EKONOMI SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2014
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Kecamatan
Sukolilo, Kabupaten Pati memiliki penggunungan kapur (karst) yang membentang
dari desa Taban (kudus) sampai Tuban yang bernama Pegunungan Kendeng.
Penggunungan ini memberikan manfaat kepada masyarakat diantaranya sebagai
sumber air, lahan yang digunakan untuk pertanian, serta terdapat goa. Goa
tersebut merupakan sumber air untuk
beberapa desa dan mengalir ke perumahan.
Potensi-potensi yang ada di
Penggunungan Kendeng ini membuat salah satu investor pabrik semen tertarik
untuk mendirikan pabrik, yaitu Pabrik
Semen Gersik serta membuat penambangan batu kapur sebagai bahan baku
pembuatan semen. Pendirian pabrik semen ini menggunakan lahan sekitar 2000 ha
lahan yang akan digunakan untuk membangun pabrik, penambangan kapur serta tanah
liat. Namun dengan rencana mendirikan Pabrik Semen Gresik ini terdapat dampak
negative dan dampak positif bagi daerah
tersebut. Dampak yang terjadi antara lain pada lingkungan maupun masyarakat,
serta social masyarakat.
Pemerintah
daerah cenderung pro dengan adanya pembangunan pabrik semen ini karena akan
memberikan dampak positif pada
perekonomian daerah. Namun begitu, beberapa masyarakat disekitar kabupaten
tersebut merasa khawatir akan dampak terhadap lingkungan sekitar. Akibatnya
suara masyarakat pun terbelah menjadi dua bagian ada pro dan ada yang kontra
untuk di bangunnya pabrik semen tersebut.
1.2 Perumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah kami uraikan
di atas, perumusan masalah yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut :
- Bagaimana
potensi lahan di Sukolilo, Kabupaten Pati ?
- Apakah
faktor pendorong Pembangunan Pabrik Semen di lahan kapur Sukolilo tersebut
?
- Bagaimana
dampak ekonomi bagi pro dan kontra konversi lahan kapur ke Pabrik Semen
Gresik ?
1.3 Tujuan
Tujuan
penulisan makalah ini berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas
adalah:
- Untuk
mengetahui potensi lahan di Sukolilo, Kabupaten Pati.
- Untuk
mengetahui faktor pendorong Pembangunan Pabrik Semen di lahan kapur
Sukolilo tersebut.
- Untuk
mengetahui dampak ekonomi bagi pro dan kontra konversi lahan kapur ke
Pabrik Semen Gresik.
1.4 Landasan
Teori
Sejak
tahun 1970, istilah lahan mulai banyak digunakan. Menurut FAO, lahan diartikan
sebagai tempat di permukaan bumi yang sifat-sifatnya layak disebut seimbang dan
saling berkaitan satu sama lain, memiliki atribut mulai dari biosfer atmosfer,
batuan induk, bentuk-bentuk lahan, tanah dan ekologinya, hidrologi, tumbuh-tumbuhan,
hewan dan hasil dari aktivitas manusia pada masa lalu dan sekarang yang
menegaskan bahwa variabel itu berpengaruh nyata pada penggunaan manusia saat
ini dan akan datang. Lahan mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia,
tumbuhan, dan makhluk lainnya. Kebutuhan hidup manusia yang beragam,
penguasaan teknologi, kondisi sosial budaya, dan ekonomi masyarakat yang
berbeda merupakan faktor yang menentukan dalam penggunaan lahan. Pengelolaan
lahan merupakan upaya yang dilakukan manusia dalam pemanfaatan lahan sehingga
produktivitas lahan tetap tinggi secara berkelanjutan (jangka panjang).
Penggunaan
sumber daya lahan dapat dibagi ke dalam tiga kelompok manfaat dan
peranan, yaitu (M. Ardi, dkk : 274) lahan digunakan untuk tempat tinggal,
berusaha, bercocok tanam, dan tambak ikan; lahan sebagai kawasan hutan yang
menopang kehidupan vegetasi satwa liar; serta lahan sebagai daerah pertambangan
yang bermanfaat bagi manusia.
Besarnya
manfaat dan pentingnya peran lahan menyebabkan sering terjadi konflik
kepentingan dalam penggunaannya. Namun, bagaimana manusia dapat memanfaatkan
dengan baik sumber daya tanah berupa lahan secara seimbang sesuai dengan
potensi dan kebutuhannya (AsDI,
2003).
PEMBAHASAN
A.
Potensi lahan di
Sukolilo, Pati
Lahan
di sekitar Gunung Kendeng di Kecamatan Sukolilo, Pati sebagian besar memiliki
potensi sebagai lahan pertanian yang selalu membuahkan hasil serta bisa ditanami
tanaman pangan dan buah setiap musim tanam,
terdapat goa yang di dalamnya terdapat mata air yang dimanfaatkan oleh
sekitar 1.200 keluarga untuk keperluan sehari-hari. Mata air itu juga untuk
mengairi sekitar 1.600 ha sawah warga. Belasan mata air itu juga dimanfaatkan
warga di sembilan desa lain di Kecamatan Tawangharjo untuk mengairi sawah
mereka, serta memiliki kandungan kapur dan karst yang sangat
potensial. Pegunungan Kendeng ini juga
berfungsi sebagai daerah tangkapan, imbuhan, dan kantong air.
Lahan
pertanian di daerah Sukolilo, biasanya dimanfaatkan untuk menanam tanaman
pangan, tumbuhan palawija serta beberapa pepohonan jati milik perhutani.
Seperti ketika panen diperoleh gabah kering sekitar 12 ton per hektar, 8 ton per
ha jagung, serta tanahnya menghasilkan semangka hingga Rp 60 juta per tahun. Sumber-sumber mata air yang ada di sekitar ± 79 sumber mata air serta terdapat 24 goa.
Mata air yang ditemukan adalah mata air karst yang bersifat permanen atau mampu
mengalirkan air sepanjang musim (perennial).
Berdasarkan
rilis yang diterima Mongabay-Indonesia dari JMPPK disebutkan, untuk wilayah
Kecamatan Sukolilo dan Kayen saja, pegunungan karst Kendeng Utara ini mampu
menyuplai kebutuhan air rumah tangga dan lahan pertanian seluas 15.873,9 ha di
Kecamatan Sukolilo dan 9.063,232 ha di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Selain
itu, di Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Kayen Kabupaten Pati ada sekitar
2.756 hektar lahan Perhutani yang saat ini dikelola oleh kelompok Lembaga
Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Sekitar 5.512 orang menggantungkan hidup pada
sumber daya hutan yang ada di pegunungan Kendeng Utara.
Kawasan Kars Sukolilo membentang
di bagian utara Propinsi Jawa Tengah dengan luas 19.472 hektar, meliputi
Kabupaten Blora (45.3 Ha), Kabupaten Grobogan (721 Ha) dan Kabupaten Pati
(11.802 Ha). Kawasan Kars Sukolilo ini berupa gugusan perbukitan kapur yang
dikenal akrab oleh masyarakat sekitar sebagai Pegunungan Kendeng yang
didominasi oleh endapan laut berumur tersier dan
terkenal dengan lapangan minyaknya yang telah beroperasi sejak abad 20.
Kawasan karst
Kendeng Utara adalah kawasan karst aktif yang masih mengalami proses
karstifikasi dan memiliki sistem hidrologi yang berfungsi sebagai pengontrol
ekologi di kawasan Karst Kendeng Utara. Seperti kelelawar penghuni gua sebagai
pengontrol hama, penyebar benih tanaman dan membantu penyerbukan. Terdapat juga
biota yang masuk kategori satwa dilindungi, seperti Burung Merak, ditemukan
juga 45 jenis burung serta satwa-satwa liar yang dilindungi. Terlebih pada
Pegunungan Kendeng Utara, terdapat kawasan perbukitan batu gamping yang
berfungsi sebagai tandon air dari mata air-mata air yang digunakan untuk
kebutuhan dasar lebih dari 8.000 rumah tangga serta lebih dari 4.000 ha lahan
pertaniaan sebagai sumber penghidupan mereka.
Berikut potensi mineral yang terdapat pada Pegunungan Kendeng :

B.
Faktor pendorong pembangunan
Pabrik Semen Gresik di lahan kapur Sukolilo
Pegunungan Kendeng Utara memiliki cadangan
batu kapur dan tanah gamping, materi utama bahan baku semen yang sangat
potensial. Berdasarkan Data Balai Energi dan Sumber Daya Mineral Wilayah
Kendeng Muria menunjukkan, cadangan batu gamping di Grobogan, Pati, Blora, dan
Rembang sebesar 9.994,5 juta ton. Ini yang membuat Pabrik Semen Gresik tertarik
untuk memperluas pabriknya.
PT
Semen Gresik sebagai BUMN, memiliki komitmen untuk mempertahankan pangsa pasar
semen yang saat ini sebanyak 45 persen atau sekitar 20 juta ton/tahun dari
produksi nasional sekitar 43,54 juta ton guna memenuhi kebutuhan semen
nasional. Selain itu juga, berkonsisten penuh terhadap pelestarian lingkungan
dan kesejahteraan masyarakat, yang dibuktikan dengan keberadaannya di Gresik
selama 50 tahun dan di Tuban selama 20 tahun, tanpa ada masalah berarti. PT
Semen Gresik juga merencanakan mendirikan pabrik semen di sejumlah daerah,
termasuk di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Luar Jawa. Salah satunya di Sukolilo,
Pati-Jawa Tengah.
Pegunungan Kendeng di Pati bagian Selatan berpotensi untuk
pembuatan bahan baku semen. Hal ini sangat menarik investor untuk melakukan
pembangunan pabrik semen di Desa Sokolilo. Karena cukup luas wilayah untuk
didirikan sebuah pabrik, maka pemanfaatan secara maksimal oleh investor akan
menguntungkan banyak pihak. Sesuai dengan rencana yang ada, pendirian pabrik
oleh PT. Semen Gresik lebih lanjut dijelaskan, akan dibangun di lahan seluas
14,32 juta hektar yang tersebar di tujuh desa, yakni Kedumulyo, Gedudero,
Sukolilo, Sumbersuko, Kasiyan, Tompegunung, dan Baturejo. Pabrik Semen Gresik
akan melakukan pembebasan lahan untuk rencana pabrik semen di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, dan mematok harga beli
Rp7.000/m2 untuk tanah darat
dan Rp13.500/m2 untuk tegalan.
Selain itu, dengan berdirinya Pabrik Semen Gresik ini dilihat
dari sisi ekonomi, perekonomian pati selatan akan terus tumbuh dan berkembang
dari yang semula mayoritas berprofesi petani dan pekerja tambang kapur ilegal. Begitu pula kehidupan sosial dan kesehatan masyarakatnya,
melalui Program Corporate Social Responsibility
(CSR) yang mengucurkan dana miliaran rupiah setiap tahunnya. Seperti pendapatan
asli daerah (PAD) Tuban, 65 persen di antaranya disumbang oleh PT Semen Gresik.
Dengan jumlah pekerja sekitar 2.000 orang di dalam pabrik Sukolilo dan sekitar
3.000 personel yang bekerja di armada angkutan, efek berantai (multiplier
effects) ekonomi atas keberadaan PT Semen Gresik akan sangat besar dan sangat
menguntungkan bagi perekonomian Kabupaten Pati.
C.
Dampak ekonomi bagi pro dan kontra konversi lahan kapur ke
Pabrik Semen Gresik
Seiring berjalannya waktu, Pembangunan Pabrik Semen ini diperhitungkan
juga hasil kajian analisa dampak lingkungan (amdal) apakah pembagunan pabrik
semen tersebut merusak lingkungan sekitar atau tidak. Beberapa kali pendirian
pabrik semen ini mulai mengalami penolakan (kontra). Ini dikarenakan adanya
kekhawatiran warga akan dampak yang terjadi masa yang akan datang, seperti :
a.
Kerusakan lingkungan kawasan karst.
b.
Hilangnya sumber-sumber air dan sungai-sungai bawah permukaan
yang ada di Kawasan Karst Kendeng Utara sehingga mempengaruhi suplay air untuk
penghidupan dan pertanian masyarakat.
c.
Potensi banjir yang sudah ada akan menjadi lebih besar dan
lebih lama karna hilangnya fungsi penyerap air yang memicu meningkatnya aliran
permukaan pada saat musim hujan.
d.
Hilangnya fungsi ekologis sebagai pengontrol keanekaragaman
hayati di Kawasan Karst Kendeng Utara.
e.
Perubahan bentuk lahan yang sangat cepat.
f.
Hilangnya sumber mata pencarian masyarakat petani karena
perubahan lahan pertanian menjadi lahan pertambangan.
g.
Kenyataan bahwa masyarakat di sekitar pabrik semakin
miskin, akibat dari penyerapan tenaga kerja yang kurang
optimal pada warga setempat serta rasa tidak yakin informan akan kapasitas dan
kemampuannya untuk masuk dalam perubahan pola pekerjaan baru yang ditawarkan
pada perusahaan semen.
h.
Rencana penambangan batu gamping di Kawasan karst Kendeng
Utara Kecamatan Kayen dan Tambakromo dipastikan akan melanggar hukum dan
perundangan yang berlaku di Indonesia.
i.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2008 Rencana
Tata Ruang dan Tata Wilayah menyatakan bahwa kawasan yang ditetapkan
sebagai kawasan karst adalah termasuk dalam kawasan lindung geologi sesuai
dengan pasal 60 ayat 2 point c sebagai kawasan bentang alam goa dan point f
sebagai kawasan bentang alam karst dikategorikan sebagai kawasan lindung
geologi.
Di dalam 2000 hektar yang akan dibangun pabrik itu terdapat
87 mata air alami, dan 47 di antaranya terdapat di pegunungan Kendeng yang
direncanakan sebagai areal penambangan batu kapur untuk semen.. Jika pabrik
terealisasi, 47 mata air tersebut dipastikan mati dan banyak sawah sebagai sumber kehidupan petani akan hilang.
Namun
disisi lain, dengan berdirinya pabrik semen di lahan kapur tersebut dapat
meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Pati, kesejahteraan
masyarakat,
dan peluang kerja yang ada. Hal yang perlu secara serius dilakukan adalah
dengan mengembalikan daya guna pegunungan Kendeng sebagai hutan
lindung dan sumber mata air yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat agar dapat dioptimalkan kembali hasilnya.
Berdasarkan penilaian Kementerian Lingkungan Hidup, bahwa PT Semen Gresik sudah termasuk kategori
proper tingkat emas, sehingga telah berhasil melaksanakan upaya pengendalian
pencemaran atau kerusakan lingkungan
hidup atau melaksanakan produksi bersih dan telah mencapai hasil yang sangat
memuaskan. Apalagi akan menggunakan 85-95% tenaga kerja
daerah (lokal) sekitar pabrik dan sebagian besar pendapatan daerah akan disumbang oleh aktivitas PT Semen Gresik. Oleh karena itu, dengan adanya pembangunan
pabrik semen ini dapat mendatangkan keuntungan atau berdampak positif bagi
daerah Sukolilo, Pati.
KESIMPULAN
Upaya
konversi lahan kapur ke lahan pertambangan pabrik semen mempunyai dua sisi
dampak ekonomi yang berbeda. Dilihat dari sisi ekonomi positif, rencana pendirian
pabrik Semen Gresik di Sukolilo, Pati dapat mendatangkan keuntungan yang berarti
bagi masyarakat sekitar. Seharusnya masyarakat tidak perlu khawatir akan
kehilangan pekerjaan mereka juga terhadap kelestarian lingkungan. Pasalnya PT
Semen Gresik berjanji untuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan,
menjalankan program CSR, menggunakan 85-95% tenaga kerja daerah sekitar, dan sebagian besar
pendapatan daerah akan disumbang oleh PT Semen Gresik.
Namun, disisi lainmasyarakat
Sukolilo menolak (kontra) dengan keras karena khawatir akan terjadi kekeringan air, kerusakan
lingkungan yang dapat membahayakan pertanian dan kelangsungan hidup masyarakat
sekitar. Padahal PT Semen Gresik sendiri sudah dianugerahi Proper Emas oleh
Kementerian Lingkungan Hidup. Jadi seharusnya masyarakat Sukolilo tidak perlu
khawatir akan kerusakan lingkungan yang akan terjadi akibat pembangunan pabrik
karena PT Semen Gresik sudah membuktikannya dengan tetap menjaga eksistensi
selama 20 tahun di Tuban dan 50 tahun di Gresik.
Kekhawatiran ini
diperkirakan akibat masyarakat Sukolilo yang kurang informasi dan tidak terbuka
terhadap teknologi yang sebenarnya dapat meningkatkan kesejahteraan daerah.
Dengan demikian, peran pemerintah sangatlah penting dalam mensosialisasikan
segala bentuk upaya untuk memajukan kesejahteraan daerah, baik salam
sosialisasi terhadap teknologi maupun terhadap investor yang hendak
berinvestasi di daerah tersebut sehingga nantinya akan membawa kesejahteraan
bagi daerah tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Aryono, Mufid. 2013.
Pembangunan Pabrik Semen.
http://www.solopos.com/2013/09/13
(Diakses 2013 Februari 14).
Prijanto. 2012.
Pegunungan Kendeng Utara, Kawasan Karst Kabupaten Pati.
http://kayeninfo.blogspot.com/2012/10/
(Diakses 2013 Februari 14).
Widi, Hendriyo. 2013.
Potensi Mineral Prospektif Pegunungan Kendeng Utara.
http://tanahair.kompas.com/read/2013/04/16/16285419/
(Diakses 2014 Februari 14)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar