Translate

Jumat, 09 November 2012

analisis sosum- SISTEM PONDOK


MK Sosiologi Umum (KPM 130)                                    Hari, Tanggal : Selasa, 6 November 2012
Praktikum ke - 5                                                           Ruang            : RK CCR 1.06

SISTEM PONDOK
Oleh: Wariso Ram
Disusun oleh :
Ika Putri Rahmadani (H44120037)
Asisten : Kasfy Allama (I34100107)
                 Luphita Angelie (I34100153)
Sebagian besar migran sirkuler berasal dari rumah tangga desa yang hanya mempunyai lahan sempit dalam keadaan ekonomi tidak mampu dan rata-rata berpendidikan rendah. Umumnya mereka dalam keadaan ketidak cukupan sehingga keadaan ini yang membuat mereka membuat usaha mandiri secara kecil-kecilan. Dengan modal awal yang terbatas mereka mempunyai modal besar dalam hal pemasaran hasil dan pengalaman karena pernah menjadi karyawan dalam perusahaan tertentu. Mereka mengimbangi keterbatasan yang ada dengan asas kerukunan atau kegotongroyongan. Usaha sisa terdiri dari berbagai macam jenis dan bersifat padat karya. Untuk itu diperlukan  keterampilan dalam pengelolaan hubungan antar manusianya dan menjadikan azas kerukunan atau azas kekeluargaan menjadi sendi utama.
Berdasarkan besarnya sumbangan tenaga kerja migran sirkuler sistem pondok digolongkan menjadi 4, antara lain :
1.    Sistem pondok gotong royong
Dalam sistem ini, setiap orang menjadi anggota kelompok dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Hubungan antara anggota dilandasi oleh azas kekeluargaan yang cukup kuat. Tidak dikenal majikan, bos, tauke, ataupun karyawan.
2.    Sistem pondok rumah tangga
     Sistem yang menggunakan tenaga sirkuler dari desa yang “jauh”. Antara pemilik pondok boro dan pembantunya terdapat hubungan berlandaskan asas kekeluargaan. Belum ada pembagian tugas membuat barang dan menjual hasil, belum menggunakan teknologi dalam proses produksi  dan ada keharusan hasil produksi terjual pada hari yang sama untuk keuntungan yang lebih besar.
3.    Sistem pondok usaha perorangan
     Sistem ini sudah membagi tenaga produksi dan tenaga pemasar. Pemilik mengelola proses produksi dan juga pemasaran. Akan tetapi hubungan majikan dan karyawan lebih erat dari pada hubungan majikan dengan penjual. Sistem ini sudah menggunakan teknologi terdapat sejumlah karyawan dan puluhan penjual.
4.    Sistem pondok sewa
Sistem ini pemilik tidak terlibat langsung dalam kegiatan produksi dan pemasaran, melainkan hanya menyewakan tempat dan peralatan produksi. Hubungan antara majikan dan karyawan agak renggang dan kurang jelas sifat kekeluaragaannya.
Selain itu, ada juga sistem pondok yang hanya menampung para penjual saja. Dilihat dari jenis kegiatan yang dilakukan penghuninya, pondok boro dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu : pondok boro buruh (pengemudi becak), pondok boro penjual (penjual kerajinan dan sayur), pondok boro produksi (produksi tahu dan kerupuk).



2. Analisis Bacaan
*      Dasar pembentukan grup
Dasar kepentingan bersama. Karena para migran sirkuler ini berasal dari keadaan ketidakcukupan, maka mereka mendirikan usaha mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
*      Penggolongan Grup
a.   Sistem pondok ini menganut sistem kategori sosial karena mereka memiliki lapangan kerja yang sama.
b.   Sistem pondok gotong royong dan rumah tangga termasuk grup primer karena terjadi interaksi langsung antar anggotanya, sedangkan sisanya termasuk grup sekunder, terutama pada sistem pondok sewa karena pemilik tidak terlibat langsung dalam proses produksi.
c.   Sistem pondok termasuk in grup, karena perasaan persatuan diantara mereka cukup kuat.
d.   Sistem pondok termasuk membership group, karena pada sistem pondok tertentu telah ditentukan batasan jumlah anggota kelompok.
e.   Sistem pondok termasuk informal grup karena tidak ada aturan-aturan tertulis dan hukum yang dipakai untuk mengatur anggotanya. Migran sirkuler ini tidak memakai aturan yang tertulis karena telah terdapat rasa saling percaya antar anggota kelompok.
*      Kohesi (Integrasi) Grup
a.  Sistem pondok gotong royong : kuat, karena dilandasi dengan azas kegotongroyongan atau kekeluargaan yang cukup kuat.
b.  Sistem pondok rumah tangga : kuat, karena dilandasi dengan azas kekeluargaan.
c.  Sistem pondok usaha perseorangan : Hubungan antara majikan dengan karyawan lebih erat daripada dengan penjual. Tetapi majikan selalu berusaha menjalin hubungan yang baik dengan penjual, karena mereka saling membutuhkan.
d.  Sistem pondok sewa: renggang, karena hubungan pemilik pondok boro dengan para migran sirkuler hanya sebatas sewa-menyewa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar