Translate

Jumat, 09 November 2012

analisis sosum - OMPU MONANG NAPITUPULU INGIN SEDERHANAKAN BUDAYA BATAK Oleh : Arbain Rambey KEHIDUPAN SUKU DAYAK KENYAH DAN MODANG DEWASA INI Oleh : Franky Raden


MK Sosiologi Umum (KPM 130)                          Hari, Tanggal : Jumat, 5 Oktober 2012
Praktikum ke - 3                                                Ruang            : R.02

OMPU MONANG NAPITUPULU INGIN SEDERHANAKAN BUDAYA BATAK
Oleh : Arbain Rambey
KEHIDUPAN SUKU DAYAK KENYAH DAN MODANG DEWASA INI
Oleh : Franky Raden
Disusun oleh :
Ika Putri Rahmadani (H44120037)
Asisten : Kasfy Allama (I34100107)
                Luphita Angelie (I34100153)
Ikhtisar  1
Parbato atau Pertungkoan Batak Toba adalah sebuah organisasi kesukuan yang berdiri pada bulan Agustus 1997. Mereka memasang iklan-iklan di koran yang isinya mengajak semua masyarakat Batak untuk mengusir perusahaan yang merusak Lingkungan Bona Pasogit. Diketuai oleh Ompu Monang (Daniel Napitulu). Beliau memaparkan pentingnya tiap etnis di Indonesia mempunyai kesadaran diri untuk menggalang solidaritas kecil sebagai awal untuk membentuk solidaritas Indonesia secara keseluruhan.
 Beliau  ingin menyederhanakan kebudayaan Batak yang dianggapnya memiliki banyak nilai negatif, yaitu sering memboroskan waktu dan menghambur – hamburkan uang. Misalnya saja dalam sebuah acara keluarga atau pesta perkawinan Batak Toba yang selalu memboroskan waktu dengan melakukan hal yang bertele – tele. Contoh lain yaitu kain ulos yang selalu diberikan oleh para tamu undangan kepada mempelai wanita yang pada akhirnya kain tersebut akan dijual lagi oleh mempelai, serta dalam masalah penguburan, mereka selalu mengeluarkan dana hingga ratusan juta rupiah. Hal tersebut merupakan pemborosan uang. Untuk mengatasi masalah – masalah di atas, Ompu Monang selalu mengadakan seminar. Hal ini merupakan tindakan Ompu Monang terhadap suku batak.

Ikhtisar 2
Daerah pemukiman suku dayak Kenyah dan Mondang yang terletak di wilayah Kecamatan Ancalong,Tenggarong merupakan daerah terisolir. Dulunya daerah ini masih masih dengan keutuhan kebudayaan dan sistem nilai yang asli. Tetapi setelah kedatangan Belanda yang membawa agama Kristiani,  banyak terjadi konflik diantara mereka dan berujung pada perpecahan. Selain masalah keagamaan, ekonomi, social dan budaya menjadi penyebab timbulnya konflik. Ini disebabkan karena kurangnya ilmu pengetahuan. Hingga diantara mereka yang memutuskan untuk meninggalkan daerah asalnya.
Inilah awal dari proses kemiskinan yang menggerogoti setiap sisi kehidupan mereka. Kondisi perekonomianlah yang menjadi salah satu faktor yang paling kuat dalam mengakibatkan kegoncangan dan memojokkan kehidupan orang-orang Dayak. Kondisi ini juga berdampak pada kebudayaan dan kesenian mereka yang terdistorsi. Contohnya, Lamin. Faktor terjahat yang menggoncangkan kehidupan mereka adalah munculnya penguasa hutan yang mendadak mengunci hutan untuk daerah perladangan yang menjadi sumber kehidupan mereka. Mereka menjadi semakin sulit menjalani kehidupan hingga mereka semakin terjebak dalam kemiskinan.

Nama   : Aristi Pramadita Putri                           Nama Asisten   : Rosana Podesta S.
NRP     : C34070031                                          Topik                :
                                                                        Masyarakat dan Kebudayaan



ANALISIS RAGAM KEBUDAYAAN
Bacaan I

OMPU MONANG NAPITUPULU INGIN SEDERHANAKAN BUDAYA BATAK

UNSUR
Wujud
Idiil
Aktivitas
Fisik
1. Bahasa
Kaidah berbahasa.
Suka berbicara ceplas-ceplos dan keras.
memanggil Daniel Napitulu dengan sebutan Ompu Monang.
2. Sistem Teknologi
Modernisasi masyarakat.
Cara pembuatan kain ulos dengan menggunakan mesin.
Mesin pembuat kain ulos.
3. Sistem Ekonomi
Adat Batak Toba yang negatif.
Pemborosan uang saat acara pernikahan dan pembuatan makam
Kain ulos dan makam keluarga.
4. Organisasi Sosial
Hubungan kekerabatan sub-etnis yang erat dalam budaya Batak Toba sehingga terhimpun dalam satu organisasi.
Mengajak masyarakat Batak Toba untuk mengusir perusahaan yang merusak lingkungan Bona Pasogit.
Organisasi Parbato atau Pertungkoan Batak Toba.
5.   Sistem Pengetahuan
Orang Batak merasa memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan anaknya.
Menyekolahkan anak-anak mereka.
Orang Batak Toba tidak ada yang banyak di Indonesia dan Orang Batak yang berprofesi sebagai dokter relatif banyak.
6. Kesenian
Kekerabatan
Acara perkawinan Batak Toba yang memberikan mempelai kain ulos.
Pengulosan.
7. Sistem Religi




a.                   Integritas kebudayaan : Seminar dan usaha-usaha yang dilakukan oleh Parbato untuk mengatasi penyelewengan adat dan mengembalikan kebudayaan Batak yang asli.
b.                   Diversitas kebudayaan : Ciri khas orang Batak yang selalu berbicara ceplas-ceplos dan berwatak keras.



Bacaan II

KEHIDUPAN SUKU DAYAK KENYAH DAN MODANG DEWASA INI INVENTARISASI SEBUAH PROSES KEMISKINAN

UNSUR
WUJUD
Idiil
Aktivitas
Fisik
1. Bahasa
Kaidah Berbahasa
Cara berbicara yang sarat dengan kata-kata yang bernada tinggi
Pantun dan cerita-cerita historis
2. Sistem Teknologi
Teknologi modern
Menggunakan barang dari kota
Radio, kaset, jam tangan, sepatu, mesin jahit.
3. Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi yang mengadaptasi sistem masyarakat kota
·         Berladang dan Bertani
·         Praktik ijon dan jual beli dengan tengkulak
·         Barter
Uang, pasar, perahu dagang, warung dagang dan kebutuhan harian.
4. Organisasi Sosial
Masyarakat
Mengunci hutan untuk daerah perdagangan
Lembaga sosial desa penguasa hutan
5.   Sistem Pengetahuan
Pendidikan
Pendidikan  formal dan pendidikan informal yang mengajarkan tentang kesenian.
Sekolah formal pemerintah.
6.Kesenian
Melestarikan kesenian
Masyarakat sudah meninggalkan Lamin karena sudah mempunyai rumah sendiri
Musik tradisional dan Lamin
7. Sistem Religi
Kepercayaan tehadap nenek moyang dan misionaris Belanda yang membawa agama kristiani
Memuja roh nenek moyang dan sebagian orang Dayak ada yang berpindah agama.
Upacara dan tempat ibadah

a.                   Integrasi kebudayaan           :Pendatang baru yang dapat menguasai arus perekonomian suku Dayak.
b.                   Diversitas kebudayaan         :Sebagian masyarakat suku Dayak yang tetap mempertahankan kepercayaannya dan tidak bersedia berpindah agama.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar