MK Sosiologi Umum (KPM 130) Hari, Tanggal : Jumat, 5 Oktober 2012
Praktikum ke - 3 Ruang : R.02
OMPU MONANG NAPITUPULU INGIN SEDERHANAKAN BUDAYA
BATAK
Oleh : Arbain Rambey
KEHIDUPAN SUKU DAYAK KENYAH DAN MODANG DEWASA INI
Oleh : Franky Raden
Disusun oleh :
Ika Putri
Rahmadani (H44120037)
Asisten :
Kasfy Allama (I34100107)
Luphita Angelie (I34100153)
Ikhtisar 1
Parbato atau Pertungkoan Batak Toba
adalah sebuah organisasi kesukuan yang berdiri pada bulan Agustus 1997. Mereka
memasang iklan-iklan di koran yang isinya mengajak semua masyarakat Batak untuk
mengusir perusahaan yang merusak Lingkungan Bona Pasogit. Diketuai oleh Ompu Monang (Daniel
Napitulu). Beliau memaparkan pentingnya tiap etnis di Indonesia mempunyai
kesadaran diri untuk menggalang solidaritas kecil sebagai awal untuk membentuk
solidaritas Indonesia secara keseluruhan.
Beliau ingin menyederhanakan kebudayaan Batak yang dianggapnya memiliki banyak
nilai negatif, yaitu sering memboroskan waktu dan menghambur – hamburkan uang.
Misalnya saja dalam sebuah acara keluarga atau pesta perkawinan Batak Toba yang
selalu memboroskan waktu dengan melakukan hal yang bertele – tele. Contoh lain
yaitu kain ulos yang selalu diberikan oleh para tamu undangan kepada mempelai
wanita yang pada akhirnya kain tersebut akan dijual lagi oleh
mempelai, serta dalam masalah penguburan, mereka selalu mengeluarkan dana
hingga ratusan juta rupiah. Hal tersebut merupakan pemborosan uang. Untuk
mengatasi masalah – masalah di atas, Ompu Monang selalu mengadakan seminar. Hal ini
merupakan tindakan Ompu Monang terhadap suku batak.
Ikhtisar 2
Daerah
pemukiman suku dayak Kenyah dan Mondang yang terletak di wilayah Kecamatan
Ancalong,Tenggarong merupakan daerah terisolir. Dulunya daerah ini masih masih
dengan keutuhan kebudayaan dan sistem nilai yang asli. Tetapi setelah
kedatangan Belanda yang membawa agama Kristiani, banyak terjadi konflik diantara mereka dan
berujung pada perpecahan. Selain masalah keagamaan, ekonomi, social
dan budaya menjadi penyebab timbulnya konflik.
Ini disebabkan karena kurangnya
ilmu pengetahuan.
Hingga diantara mereka yang memutuskan untuk meninggalkan daerah asalnya.
Inilah awal
dari proses kemiskinan yang menggerogoti setiap sisi kehidupan mereka. Kondisi
perekonomianlah yang menjadi salah satu faktor yang paling kuat dalam
mengakibatkan kegoncangan dan memojokkan kehidupan orang-orang Dayak. Kondisi
ini juga berdampak pada kebudayaan dan kesenian mereka yang terdistorsi.
Contohnya, Lamin. Faktor terjahat yang menggoncangkan kehidupan mereka adalah
munculnya penguasa hutan yang mendadak mengunci hutan untuk daerah perladangan
yang menjadi sumber kehidupan mereka. Mereka
menjadi semakin sulit menjalani kehidupan hingga mereka semakin terjebak dalam
kemiskinan.
Nama : Aristi Pramadita Putri Nama
Asisten : Rosana Podesta S.
NRP : C34070031 Topik :
Masyarakat
dan
Kebudayaan
ANALISIS RAGAM KEBUDAYAAN
Bacaan I
OMPU
MONANG NAPITUPULU INGIN SEDERHANAKAN BUDAYA BATAK
UNSUR
|
Wujud
|
||
Idiil
|
Aktivitas
|
Fisik
|
|
1. Bahasa
|
Kaidah berbahasa.
|
Suka berbicara ceplas-ceplos dan keras.
|
memanggil Daniel Napitulu dengan sebutan Ompu Monang.
|
2. Sistem Teknologi
|
Modernisasi masyarakat.
|
Cara pembuatan kain ulos dengan menggunakan mesin.
|
Mesin pembuat kain ulos.
|
3. Sistem Ekonomi
|
Adat Batak Toba yang negatif.
|
Pemborosan uang saat acara pernikahan dan pembuatan
makam
|
Kain ulos dan makam keluarga.
|
4. Organisasi Sosial
|
Hubungan kekerabatan sub-etnis yang erat dalam
budaya Batak Toba sehingga terhimpun dalam satu organisasi.
|
Mengajak masyarakat Batak Toba untuk mengusir perusahaan yang merusak lingkungan Bona Pasogit.
|
Organisasi Parbato atau Pertungkoan Batak Toba.
|
5.
Sistem Pengetahuan
|
Orang Batak merasa memiliki tanggung
jawab terhadap pendidikan anaknya.
|
Menyekolahkan anak-anak mereka.
|
Orang Batak Toba tidak ada yang banyak di Indonesia dan
Orang Batak yang berprofesi sebagai dokter relatif banyak.
|
6. Kesenian
|
Kekerabatan
|
Acara perkawinan Batak Toba yang memberikan mempelai
kain ulos.
|
Pengulosan.
|
7. Sistem Religi
|
|||
a.
Integritas kebudayaan : Seminar dan usaha-usaha yang
dilakukan oleh Parbato untuk mengatasi penyelewengan adat dan mengembalikan
kebudayaan Batak yang asli.
b.
Diversitas kebudayaan : Ciri khas orang
Batak yang selalu berbicara ceplas-ceplos dan berwatak keras.
Bacaan II
KEHIDUPAN
SUKU DAYAK KENYAH DAN MODANG DEWASA INI INVENTARISASI SEBUAH PROSES KEMISKINAN
UNSUR
|
WUJUD
|
||
Idiil
|
Aktivitas
|
Fisik
|
|
1. Bahasa
|
Kaidah Berbahasa
|
Cara berbicara yang sarat dengan kata-kata yang bernada
tinggi
|
Pantun dan cerita-cerita historis
|
2. Sistem Teknologi
|
Teknologi modern
|
Menggunakan barang dari kota
|
Radio, kaset, jam tangan, sepatu, mesin jahit.
|
3. Sistem Ekonomi
|
Sistem ekonomi yang mengadaptasi sistem masyarakat kota
|
·
Berladang dan Bertani
·
Praktik ijon dan jual beli dengan tengkulak
·
Barter
|
Uang, pasar, perahu dagang, warung dagang dan kebutuhan
harian.
|
4. Organisasi Sosial
|
Masyarakat
|
Mengunci hutan untuk daerah perdagangan
|
Lembaga sosial desa penguasa hutan
|
5.
Sistem Pengetahuan
|
Pendidikan
|
Pendidikan
formal dan pendidikan informal yang mengajarkan tentang kesenian.
|
Sekolah formal pemerintah.
|
6.Kesenian
|
Melestarikan kesenian
|
Masyarakat sudah meninggalkan Lamin karena sudah
mempunyai rumah sendiri
|
Musik tradisional dan Lamin
|
7. Sistem Religi
|
Kepercayaan tehadap nenek moyang dan misionaris Belanda
yang membawa agama kristiani
|
Memuja roh nenek moyang dan sebagian orang Dayak ada
yang berpindah agama.
|
Upacara dan tempat ibadah
|
a.
Integrasi kebudayaan :Pendatang
baru yang dapat menguasai arus perekonomian suku Dayak.
b.
Diversitas kebudayaan :Sebagian masyarakat suku Dayak yang tetap mempertahankan kepercayaannya
dan tidak bersedia berpindah agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar